MATARAM – Dalam upaya memperkuat tata kelola sekolah yang akuntabel dan transparan, SD Negeri 65 Mataram (eks SDN 25 Mataram) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Tata Kelola Satuan Pendidikan Melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung intensif selama satu hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Yusuf.
Dalam pengarahannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Yusuf, mengapresiasi langkah progresif SDN 65 Mataram beserta sekolah-sekolah mitranya yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan.
“Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan ruh dari tata kelola sekolah yang sehat. Melalui penerapan SPMI secara konsisten dan berkelanjutan, kita berikhtiar memastikan setiap kebijakan, proses pembelajaran, hingga pengelolaan sarana di satuan pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan mutu lulusan,” ujar H. Yusuf dalam sambutannya.

Bimtek ini menghadirkan pakar dan praktisi tata kelola pendidikan, Rustam Effendi, Widiyaswara BPMP NTB sebagai narasumber tunggal. Dalam pemaparannya, Rustam membedah secara mendalam lima siklus utama SPMI, mulai dari pemetaan mutu, penyusunan rencana pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu, audit/evaluasi internal, hingga penyusunan strategi peningkatan mutu baru. Para peserta diajak menyusun dokumen perencanaan berbasis data (PBD) serta strategi implementasi yang terukur.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 17 orang pendidik yang berasal dari tiga satuan pendidikan di Kota Mataram, yaitu: SDN 65 Mataram (eks SDN 25 Mataram) sebanyak 7 orang guru, SDN 5 Mataram (eks SDN 3 Mataram) sebanyak 5 orang guru dan SD Aisyah I Mataram sebanyak 5 orang guru.
Pelibatan lintas sekolah negeri dan swasta ini menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi nyata antar satuan pendidikan di Kota Mataram dalam saling berbagi praktik baik (best practices).
Kepala SDN 65 Mataram Gellis Deka Salaqi, berharap kegiatan ini dapat melahirkan budaya mutu (quality culture) yang melekat pada keseharian para pendidik dan tenaga kependidikan.
“Dengan tata kelola yang tertata rapi berbasis SPMI, sekolah mampu merespons tantangan zaman serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para murid”, ujarnya. (Red)

















