MATARAM — Bukan sekadar meninjau pelatihan, Inspektur Jenderal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI/BP2MI), Komjen Polisi Mulia Hasudungan Ritonga, langsung menguji pemahaman dan kesiapan peserta Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Besi Beton KKNI Jenjang I di SMK Negeri 3 Mataram, Jumat (11/09).
Didampingi tim, Komjen Mulia Hasudungan menyambangi Bengkel Teknik Konstruksi dan Perumahan sekitar pukul 11.00–11.45 WITA. Ia berdialog langsung dengan peserta, mulai dari alasan mengikuti pelatihan, sumber informasi kegiatan, hingga keterampilan yang telah dikuasai.
Pertanyaan pun diarahkan pada kemampuan peserta memahami pekerjaan konstruksi. Mereka diminta menjelaskan bagaimana sebuah pekerjaan atau proyek dibentuk, fungsi konstruksi yang dibuat, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi persoalan di lapangan. Dari dialog tersebut, Komjen Mulia Hasudungan menilai pemahaman dan keterampilan peserta cukup baik.

Tak berhenti pada keterampilan teknis, kesiapan menjadi pekerja migran turut menjadi perhatian. Komjen Mulia Hasudungan menanyakan kesiapan peserta mengikuti sertifikasi kompetensi LSP-P3, kesanggupan bekerja di luar negeri, serta dukungan dan izin dari orang tua.
Pelatihan hasil sinergi BP3MI Nusa Tenggara Barat dan SMKN 3 Mataram ini berlangsung 7–11 September 2026. Setelah pelatihan, peserta dijadwalkan mengikuti sertifikasi kompetensi pada 12 September 2026.
Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, menyebut kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi. Ia berharap kolaborasi dengan BP3MI NTB terus berkembang untuk memperluas akses pelatihan dan sertifikasi, sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. (Red)

















