MATARAM — Satu unit Mitsubishi FUSO Fighter yang diterima SMK Negeri 3 Mataram melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) kini tidak sekadar menjadi fasilitas sekolah. Kendaraan tersebut dimanfaatkan sebagai media pembelajaran nyata bagi 40 siswa Teknik Kendaraan Ringan melalui KTB FUSO Vocational Education Program (VEP) Tahun 2026.
Program yang berlangsung 15–17 September 2026 itu merupakan tindak lanjut dari program CSR FUSO for EDUCATION, yang memberikan dukungan sarana pembelajaran sekaligus penguatan kompetensi vokasi bagi SMK di Indonesia. SMK Negeri 3 Mataram menjadi satu-satunya SMK di Nusa Tenggara Barat yang menerima hibah satu unit Mitsubishi FUSO varian Fighter melalui program tersebut pada 13 Februari 2026.
Bagi SMK Negeri 3 Mataram, kehadiran FUSO Fighter bukan hanya menambah fasilitas praktik. Lebih dari itu, kendaraan tersebut membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung dari praktisi industri, mengenal peralatan kerja, memahami prosedur keselamatan, serta melihat secara lebih dekat teknologi kendaraan yang digunakan di dunia industri.
Kepala SMK Negeri 3 Mataram, Sulman Haris, menyebut program FUSO for EDUCATION maupun KTB FUSO VEP 2026 sebagai sebuah anugerah bagi sekolah yang dipimpinnya.
“FUSO for Education maupun KTB FUSO VEP 2026 merupakan anugerah bagi SMK Negeri 3 Mataram. Kami tidak saja mendapatkan fasilitas, namun kami juga dibimbing langsung oleh praktisi industri langsung dari Mitsubishi Fuso,” ujar Sulman Haris.

Karena itu, Sulman meminta para siswa memanfaatkan kehadiran instruktur industri tersebut secara maksimal. Menurutnya, kesempatan mendapatkan bimbingan langsung dari praktisi industri merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik.
“Pesan saya kepada peserta didik, kedatangan instruktur dari industri harus betul-betul dimanfaatkan dengan maksimal. Belum tentu instruktur industri memiliki keluangan waktu untuk kembali datang ke SMK Negeri 3 Mataram,” katanya.
Ia menilai terdapat pengalaman berbeda ketika siswa mendapatkan pembelajaran dari guru di sekolah dan ketika mereka memperoleh pengetahuan langsung dari praktisi yang berkecimpung di industri.
“Yang pasti akan ada perbedaan antara menerima bimbingan dari guru dengan bimbingan langsung dari industri,” lanjutnya.
Sulman juga berharap kolaborasi antara sekolah dan KTB tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa melalui program tersebut dapat menjadi bekal bagi mereka untuk memasuki dunia kerja, termasuk membuka peluang untuk berkarier bersama KTB di masa mendatang.
“Kami juga berharap semoga ada kesempatan bagi murid-murid SMK Negeri 3 Mataram untuk nantinya bisa berkarier dan bergabung dengan KTB,” ujarnya.
Kegiatan KTB FUSO VEP 2026 sendiri resmi dibuka pada Selasa, 15 September 2026, di Ruang Rapat SMK Negeri 3 Mataram. Pembukaan dihadiri perwakilan KTB, Karina Aliefiani, serta Zaenal Muttaqin selaku instruktur FUSO.
Dari pihak sekolah, hadir Kepala SMK Negeri 3 Mataram, seluruh wakil kepala sekolah, Ketua Program Keahlian Teknik Otomotif, guru-guru Teknik Kendaraan Ringan, wali kelas XI Teknik Kendaraan Ringan, serta 40 siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan sebagai peserta program.
Dalam sambutannya, Karina Aliefiani menyampaikan agar para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat. Ia juga menjelaskan sejumlah agenda dalam KTB FUSO VEP 2026, termasuk KTB Mengajar yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 18 September 2026.
Selama pelaksanaan pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan dari Zaenal Muttaqin. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar otomotif, penggunaan alat ukur, serta pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktik. (Red)

















