Ini Faktanya, Sumbawa Barat – Menjaga generasi muda tidak selalu harus dimulai dengan penertiban. Di Kabupaten Sumbawa Barat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mencoba menghadirkan pendekatan baru: datang sebelum pelanggaran terjadi, mendengar sebelum menegur, dan merangkul sebelum menertibkan.
Gagasan tersebut melahirkan sebuah inovasi bernama PASAMARAS (Praja Bersama Remaja dan Anak Sekolah), yang digagas oleh Kasat Pol PP Kabupaten Sumbawa Barat sebagai upaya memperkuat pencegahan dan pembinaan terhadap remaja dan pelajar.
PASAMARAS bukan sekadar program, tetapi menjadi bagian dari perubahan cara pandang dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Jika selama ini Satpol PP identik dengan tindakan penertiban ketika terjadi pelanggaran, melalui PASAMARAS pendekatan tersebut diperluas menjadi preventif, persuasif, edukatif, dan kolaboratif.
Pelajar tidak lagi hanya ditempatkan sebagai objek pembinaan, tetapi dilibatkan sebagai mitra dan bagian dari solusi.
Salah satu pendekatan yang dihadirkan melalui Kanti PASAMARAS adalah memberikan ruang kepada para pelajar untuk menjadi sahabat, teladan, sekaligus edukator bagi teman sebayanya.
Dengan pendekatan sebaya, pesan tentang disiplin, ketertiban, keamanan, dan pembentukan karakter diharapkan dapat lebih mudah diterima oleh kalangan remaja.
“Menjaga generasi muda bukan hanya tentang memberi aturan. Bukan hanya menegur, tetapi mengajak. Bukan hanya menertibkan, tetapi membentuk karakter.”
Semangat inilah yang menjadi fondasi PASAMARAS.
Satpol PP ingin hadir tidak hanya ketika ada persoalan, tetapi juga mendengar, berdialog, mendampingi, dan mencegah berbagai potensi persoalan yang dapat melibatkan remaja.
Melalui inovasi tersebut, sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi pelajar. Keluarga dilibatkan dalam proses pembinaan, sementara masyarakat turut mengambil peran dalam menjaga ketenteraman lingkungan.
PASAMARAS membawa pesan bahwa menjaga generasi muda merupakan tanggung jawab bersama.
Satpol PP hadir bersama remaja. Sekolah menjadi ruang yang aman. Keluarga menjadi bagian dari pembinaan. Pelajar menjadi bagian dari solusi. Dan masyarakat ikut menjaga ketenteraman.
Semangat tersebut dirangkum dalam slogan:
“Bersama Praja, Remaja Terjaga, Sekolah Aman, Masyarakat Tenteram.”
Dengan PASAMARAS, Satpol PP Sumbawa Barat menunjukkan bahwa penegakan ketertiban tidak harus selalu dimulai dengan tindakan.
Kadang, langkah terbaik untuk mencegah pelanggaran adalah hadir lebih awal, membangun komunikasi, dan berjalan bersama generasi muda.
Sebab masa depan Sumbawa Barat bukan sekadar sesuatu yang dijaga hari ini.
Masa depan itu sedang dibentuk bersama.



















